AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Dalam Sepekan, 700 Pekerja Amazon Resign karena Masalah Gaji

MILENOMIC
Tangguh Yudha/MPI
Sabtu, 06 Agustus 2022 00:19 WIB
Sebanyak 700 pekerja gudang Amazon di Inggris dalam sepekan mengajukan resign, akibat permasalahan gaji.
Dalam Sepekan, 700 Pekerja Amazon Resign karena Masalah Gaji (FOTO: MNC Media)
Dalam Sepekan, 700 Pekerja Amazon Resign karena Masalah Gaji (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sebanyak 700 pekerja gudang Amazon di Inggris dalam sepekan mengajukan resign, akibat permasalahan gaji.

Melansir dari Engadget, Jumat (5/8/2022), masalah muncul saat para pekerja meminta kenaikan gaji sebesar USD2,44 atau setara Rp36 ribu per jam. Namun perusahaan tersebut dengan keras menolak.


Amazon hanya mengabulkan kenaikan gaji sebesar 34 sen per jam. Menurut GMB, serikat pekerja yang mewakili para karyawan pun memilih angkat kaki dari perusahaan.


"Amazon adalah salah satu perusahaan paling untung di planet ini. Dengan biaya rumah tangga yang melonjak, paling tidak yang bisa mereka lakukan adalah menawarkan gaji yang layak," kata Steve Garelick, penyelenggara regional untuk GMB.


Garelick semoat memposting rekaman video dari para pekerja gudang di daerah Tillbury, Inggris yang memprotes dan melakukan mogok kerja setelah perusahaan besutan Jeff Bezos tidak memenuhi tuntutan.


Ia juga menyebut bahwa manajemen perusahaan telah "menarik katering" di fasilitas itu pasca pergolakan seraya memberi tahu para pekerja bahwa mereka akan diberhentikan.


Tak gentar, para pekerja lantas melakukan resign massal. Dan ini menjadi protes terbesar sepanjang sejarah setelah rentetan masalah yang terjadi antara Amazon dan para pekerjanya.


Untuk diketahui, protes yang dilayangkan karyawan Amazon sebenarnya sudah dilakukan bahkan sejak tahun 2013 lalu. Kala itu para karyawan menuntut untuk standar kesehatan yang lebih baik.


Protes juga terjadi di masa-masa pandemi Covid-19. Para karyawan menganggap perusahaan belum melakukan cukup banyak aksi untuk menjaga mereka selama pandemi.  (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD