AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Dear Pengantin Baru, Simak Yuk Tips Atur Keuangan untuk Keluarga

MILENOMIC
Advenia Elisabeth/MPI
Sabtu, 01 Januari 2022 12:29 WIB
Setelah menikah, tujuan hidup jadi bertambah dibandingkan saat masa lajang.
Setelah menikah, tujuan hidup jadi bertambah dibandingkan saat masa lajang.  (Foto: MNC Media)
Setelah menikah, tujuan hidup jadi bertambah dibandingkan saat masa lajang. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Memulai hidup baru sebagai pasangan suami istri tentu membahagiakan. Meski demikian, tanpa dipungkiri setelah membangun keluarga baru masalah financial menjadi bahan pembicaraan yang krusial namun penting untuk di bahas. 

Tanpa disadari, setelah menikah tujuan hidup jadi bertambah dibandingkan saat masa lajang. Seperti membeli rumah, kendaraan pribadi, persiapan dana anak, liburan keluarga, dll.

Mengutip media sosial Perencana keuangan dan CEO Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie, dia bilang tujuan keuangan setelah menikah rasanya bertumpuk. Namun, jika dijalaninya berdua bersama pasangan, akan jauh lebih ringan dan tenang menjalaninya. 

"Sebagai pasangan, bagus banget jika mau membuat beberapa rekening bersama. Tujuannya supaya gaji nggak lari entah kemana," tulis Prita di Instagram pribadinya, dikutip Sabtu (1/1/2022).

Dalam catatan Prita, dia menyebut, pasangan baru disarankan untuk membuat tiga rekening. Pertama, rekening bersama untuk memenuhi kebutuhan rutin bulanan, seperti pengeluarab makan, gas, listrik, asisten rumah tangga, cicilan pinjaman, dan uang sekolah anak. 

"Intinya, rekening ini diisi 50 persen dari penghasilan masing-masing," kata dia. 

Kedua, rekening bersama untuk dana darurat. Menurut Prita, pengeluaran darurat yang bersifat musibah dapat terjadi kepada siapa pun. Misalnya, ada kebutuhan biaya kesehatan yang harus dibayarkan oleh istri padahal suami sedang berada di luar kota. 

Daripada pinjaman online, akan lebih baik jika pengeluaran ini dibayarkan dari rekening bersama. Alternatifnya, busa juga dibantu bayar talangan kartu kredit. Namun, Prita menyarankan untuk dibayar lunas saat tagihan datang dari rekening dana darurat. 

"Kontribusinya sebisa masing-masing aja, yang penting segera terkumoul jadi ideal," tulisnya. 

Ketiga, rekening bersama untuk tujuan finansial. Dengan komitmen sebagai keluarga, maka pencarian hasil menabung dan investasi akan masuk ke rekening dana bersama. Penarikannya pun baru dapat dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak.

Sehingga, kecil kemungkinan penggunaan dana ditujukan untuk kebutuhan selain dari yang sudah direncanakan bersama. 

"Nah, daripada gaji lari entah kemana, coba deh ngobrol sama pasangan untuk bikin tabungan rumah.  Gapapa banget kok untuk belum beli sekarang, tapi cari sekarang," tutup catatan Prita. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD