Misalnya, shampoo A seharga Rp50.000 untuk 180 ml berarti harganya sekitar Rp278 per ml, sementara shampoo B seharga Rp55.000 untuk 200 ml sekitar Rp275 per ml. Meski harga di label shampoo B lebih mahal, harganya per ml justru sedikit lebih murah.
Namun, harga per satuan tetap bukan satu-satunya pertimbangan. Kalau shampoo A ternyata lebih cocok sehingga cukup digunakan sedikit setiap kali keramas, atau wanginya lebih tahan lama, hal tersebut juga perlu diperhitungkan.
Jadi, tentukan prioritas berdasarkan harga, kuantitas, kualitas, dan kebutuhan, bukan semata-mata memilih produk dengan harga paling murah.
3. Evaluasi anggaran secara berkala
Anggaran bulanan sebaiknya tidak dianggap sebagai angka yang tidak boleh berubah. Ketika pola pengeluaran berubah, alokasi dana juga dapat disesuaikan.
Jika anggaran belanja bulananmu biasanya Rp5.000.000, kamu bisa mempertimbangkan penyesuaian alokasi secara bijak, misalnya dengan mengalihkan sebagian kecil porsi dari pos pengeluaran gaya hidup atau langganan opsional.