“Itu menggunakan pesawat yang putih, pesawat ground. Seumpama ada 30 siswa, maka 30 siswa itu mengikuti pendidikan latih dasar seluruhnya,” terangnya.
Dalam fase latihan dasar ini, para siswa penerbang akan melaksanakan bina kelas dan pelatihan simulator yang harus dilaksanakan dengan capaian nilai dan syarat tertentu.
“Kurikulum yang terintegrasi dalam artiannya sebelum dia bina terbang kita melaksanakan bina kelas. Setelah bina kelas kita melaksanakan simulator,” ungkap Letkol Penerbang Alipian Adista Rindiasta.
Setelah para siswa dinyatakan lulus pelatihan dasar, maka siswa akan melaksanakan pelatihan lanjutan berupa bina terbang, kesiswaan, disiplin militer dan evaluasi yang menjadi penentu apakah siswa tersebut akan ditempatkan sebagai fix wing (penerbang angkut dan tempur) atau rotary wing (khusus penerbang helikopter).
Siswa yang ditempatkan di rotary wing akan kembali melanjutkan pelatihan di Skadron 105 Kalibaru Subang Jawa Barat.