Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB). Skema ini dirancang untuk memangkas waktu tunggu di pelabuhan sehingga frekuensi perjalanan kapal menjadi lebih efisien dalam mengangkut penumpang dan kendaraan.
Selain aspek operasional kapal, ASDP juga meningkatkan kenyamanan pemudik melalui sejumlah fasilitas pendukung di pelabuhan. Penyediaan shuttle bus listrik di kawasan Merak dan Bakauheni untuk membantu mobilitas lansia dan disabilitas.
Kemudian, penambahan garbarata Express II di lintas Merak-Bakauheni dan penambahan toilet portabel, penguatan sistem kelistrikan, serta layanan customer service 24 jam.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan, kolaborasi antarmoda transportasi juga diperkuat melalui penyediaan angkutan umum gratis
"Sejak 13–16 Maret, telah disediakan 20 unit angkutan umum secara gratis yang melayani beberapa rute penghubung," ungkap Windy.