"Kita fokusnya sekarang ini adalah bagaimana kita menangani penumpang supaya hak-haknya bisa dijamin pengembalian tiketnya," ujarnya.
Kementerian Perhubungan juga telah meminta maskapai untuk mengimbau penumpang agar tidak datang ke bandara selama operasional penerbangan masih ditutup sementara. Hal tersebut dilakukan agar penumpang tidak harus menunggu lama di bandara, mengingat kondisi cuaca dan sebaran debu vulkanik masih dinamis.
Dudy menyebut penumpukan penumpang masih terjadi di sejumlah terminal karena sebagian penumpang masih berharap penerbangannya dapat diberangkatkan.
"Namun demikian karena kita sudah mengatakan bahwa ini akan diperpanjang, kami berharap para penumpang mau bisa mengerti, bisa memahami kondisinya memang tidak memungkinkan untuk sampai 4 jam ke depan dilakukan penerbangan," katanya.
Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk mengantisipasi gangguan penerbangan yang berkepanjangan. Beberapa di antaranya yakni Kertajati, Semarang, Juanda, dan Yogyakarta.