"Meski menunjukkan penurunan, pemadaman dan pendinginan harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa, khususnya di lahan gambut," ujar Berton.
Berton memastikan Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat tetap menjadi perhatian. Di Sumatera Selatan tercatat 1.335 titik panas, luas terbakar 3.429 hektare, dan sekitar 2.472 hektare masih belum padam.
"Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat 1.137 titik panas, luas terbakar 2.500 hektare, dan sekitar 1.547 hektare masih belum padam. Kedua provinsi tersebut tetap memerlukan pemantauan dan penanganan intensif," katanya.
Berton menjelaskan, penurunan jumlah titik panas tidak selalu berarti luas kebakaran ikut menurun, sehingga evaluasi harus melihat jumlah titik panas, luas terbakar, dan luas yang masih belum padam secara bersamaan.