Di Kalimantan Selatan tercatat 362 titik panas, luas terbakar 526 hektare, dan sekitar 317 hektare masih belum padam. Papua Selatan mencatat 487 titik panas, luas terbakar 310 hektare, dan sekitar 117 hektare masih belum padam.
Selain itu, Sulawesi Tenggara, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara juga masih tercatat memiliki titik panas dan luas kebakaran.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan di setiap wilayah berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan penanganan. Pemadaman darat dan dukungan udara terus dilakukan. Penanganan dilaksanakan melalui pengerahan personel gabungan, pemadaman darat, helikopter water bombing, pesawat patroli, serta Operasi Modifikasi Cuaca sesuai kondisi atmosfer.
Khusus di lahan gambut, pemadaman darat dan pembasahan berulang tetap penting karena api dapat membara di bawah permukaan tanah. "Oleh karena itu, keberhasilan tidak hanya diukur dari penurunan titik panas, tetapi juga dari berkurangnya luas kebakaran yang belum padam dan tidak munculnya kembali titik api," ujarnya.