Penutupan sementara sejumlah bandara menjadi langkah mitigasi terhadap potensi risiko abu vulkanik bagi penerbangan. Sebaran abu vulkanik dapat mengganggu operasional pesawat, sehingga kondisi ruang udara perlu terus dipantau sebelum aktivitas penerbangan kembali dibuka.
(DESI ANGRIANI)