IDXChannel - Pemerintah akan segera melaksanakan pembangunan pembatas atau barrier permanen di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur. Proyek sepanjang 138 kilometer (Km) ini merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mengakhiri konflik antara manusia dan gajah yang telah berlangsung selama puluhan tahun di wilayah tersebut.
“Seperti yang kita ketahui, Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap Taman Nasional Way Kambas, Gajah merupakan salah satu hewan kesayangan beliau, komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga populasi gajah dan mengakhiri secara permanen konflik manusia-gajah,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam sambutannya di acara silaturahmi Idulfitri 1447 H/2026 M bersama Kepala Desa dari Desa Penyangga TNWK, Kamis (26/3/2026).
Dia menjelaskan, pembangunan pembatas ini sangat mendesak. Hal ini mengingat kondisi unik TNWK yang berbatasan langsung dengan pemukiman yang dihuni hampir satu juta jiwa tanpa adanya zona penyangga.
Konflik yang terjadi selama ini tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi. Namun, juga mengancam keselamatan jiwa masyarakat sekitar.
Sistem pembatas yang baru saja dilakukan soft launching ini akan segera melewati tahap uji kekuatan dengan melibatkan gajah liar dalam beberapa hari ke depan. Proyek ini merupakan kolaborasi lintas instansi, mulai dari Kementerian Kehutanan, Pemprov Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polda Lampung, hingga akademisi dari Unila, ITERA, dan Polinela.
Selain pembangunan fisik barrier, Menhut juga menyosialisasikan proyek percontohan pembiayaan berkelanjutan melalui mekanisme pasar karbon dan obligasi keanekaragaman hayati. Langkah ini diambil karena keterbatasan APBN dalam mengelola 57 taman nasional di Indonesia selama ini.
“Dalam merancang proyek ini, kami menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat dan keanekaragaman hayati TNWK yang tak ternilai harganya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyambut baik langkah pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan pembatas permanen adalah impian lama masyarakat Lampung Timur yang selama ini harus menanggung beban akibat konflik satwa liar.
"Masyarakat kami selama ini tidak hanya belum signifikan memperoleh manfaat dari keberadaan TNWK, tetapi juga terus menanggung dampak konflik dengan satwa liar. Kami sangat optimistis pembangunan sistem pembatas ini menandai era baru bagi masyarakat," ujar Ela.
(Dhera Arizona)