Artinya ada sumber gempa lain, selain sesar naik Flores yang aktif dan memicu gempa “sekunder” dalam peristiwa gempa Flores saat ini.
“Sehingga wajar jika segmen Flores bagian barat memiliki kluster seismisitas gempa susulan menjadi sangat banyak. Ini yang menyebabkan total aktivitas gempa susulan di Flores menjadi sangat banyak yang seolah tak lazim, karena aktifnya sumber gempa lain, sehingga event gempa lain ikut meramaikan aktivitas gempa Flores,” katanya.
Daryono juga mengungkapkan bahwa fenomena aktifnya sumber gempa lain pasca gempa utama, dan memicu banyak gempa susulan di cluster diluar jalur sesar utama disebut sebagai “off fault seismicity”. Fenomena “off fault seismicity” umumnya dipicu oleh transfer tegangan statis (Coulomb stress transfer).
“Ketika patahan utama pecah, beban tegangan tidak hilang begitu saja, melainkan berpindah dan membebani patahan-patahan kecil di sekitarnya yang tadinya terkunci. Tingginya jumlah aktivitas gempa susulan Flores M7.7 yang luar biasa banyak, sudah terjawab karena adanya fenomena “off fault seismicity”,” ujarnya.
Daryono mengatakan fenomena off-fault seismicity (gempa susulan yang terjadi di luar bidang patahan utama) yang dapat memicu jumlah gempa susulan menjadi sangat banyak, pernah terjadi saat Gempa Ambon M6,5 pada 26 September 2019.