Lebih lanjut, berdasarkan pengamatan instrumental data kegempaan periode 8-15 Oktober 2026, terjadi 4 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Low Frequency dan 5 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak. Kemudian 7 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, 39 kali Gempa Tektonik Jauh dan 1 kali Gempa Getaran Banjir.
Meski mengalami penurunan status, masyarakat ataupun pengunjung diimbau tidak melakukan aktivitas di di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 4 km untuk sektor selatan-timur Gunung. Desa-desa yang sudah direlokasi direkomendasikan tidak digunakan lagi sebagai hunian tetap.
"Di luar radius yang direkomendasikan, aktivitas sehari-hari dapat dilakukan. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar mematuhi rekomendasi baru apabila aktivitas Gunung Api Sinabung menunjukkan peningkatan aktivitas dan/atau status levelnya lebih tinggi," ujar dia.
(Dhera Arizona)