sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

APROBI Perkenalkan Pengembangan dan Implementasi Program Mandatori Biodiesel di Indonesia

News editor Kunthi Fahmar Sandy
24/08/2026 16:28 WIB
APROBI memperkenalkan pengembangan dan implementasi program mandatori biodiesel di Indonesia
APROBI Perkenalkan Pengembangan dan Implementasi Program Mandatori Biodiesel di Indonesia (FOTO:Dok Ist)
APROBI Perkenalkan Pengembangan dan Implementasi Program Mandatori Biodiesel di Indonesia (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) memperkenalkan pengembangan dan implementasi program mandatori biodiesel di Indonesia. 

Kegiatan ini berlangsung di Balai Sahabat Biodiesel, Zona Teknologi Energi Terbarukan, Kampung Teknologi Seni Budaya (TSB), Buperta Cibubur, Jakarta Timur, pada 15-20 Agustus 2026.

Adapun kegiatan ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang melibatkan Pramuka Kwarda DKI dan asosiasi – asosiasi sawit lainnya seperti GAPKI dan APOLIN.

Dalam keterangan pers Senin (24/8/2026), Wakil Ketua Umum Aprobi Catra de Thouars menuturkan, dalam kegiatan ini, APROBI memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan/bahan bakar nabati, di mana saat ini Indonesia telah mengimplementasikan program mandatori biodiesel hingga B50.

Catra de Thouars menjelaskan sosialisasi ini membawa empat pesan penting untuk disampaikan kepada generasi muda Pramuka di Jamnas XII 2026. Pertama, Program Mandatori Biodiesel hingga B50 yang menjelaskan capaian Indonesia dalam memanfaatkan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit. Kedua, peranan sawit sebagai bahan baku utama biodiesel di Indonesia.

Ketiga, pemanfaatan minyak sawit dalam 24 Jam agar geneasi muda Pramuka memahami bahwa penggunanaan sawit tidak sebatas untuk minyak goreng. Tetapi, mereka menyadari bahwa produk olahan sawit digunakan dalam kehidupan sehari-hari selama 24 jam penuh.

Keempat, kontribusi sawit sebagai penyelamat Ekonomi dan devisa yang bersifat strategis dan penyumbang devisa terbesar bagi negara.

Catra mengatakan bahwa APROBI mulai aktif mengikuti kegiatan Kepramukaan Nasional dimulai pada Jambore Nasional X tahun 2016, dilanjutkan Raimuna Nasional XI 2017 kemudian menjadi rutin di setiap kegiatan kepramukaan Nasional berikutnya.

Menurutnya, Pramuka memiliki peranan penting sebagai agen literasi sawit untuk menjawab isu negatif dan memberikan informasi positif sawit kepada masyarakat dalam hal pengembangan energi terbarukan khususnya program biodiesel.

“Kami ingin menyampaikan manfaat sawit yang sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari serta informasi bahwa sawit merupakan aset sumber daya alam penyumbang devisa terbesar untuk negara kita sehingga harus kita berbangga dan menjaganya dari berbagai informasi negatif,” kata Catra.

Pramuka Penggalang Kwarcab Indragiri Hilir Kwarda Riau Ahmad Ramasaputra sangat antusias mengikuti Sosialisasi Energi Terbarukan dan Sawit yang diselenggarakan APROBI karena telah mengenal manfaat sawit di daerahnya bagi kesejahteraan masyarakat. 

Melalui kegiatan ini, dirinya lebih mengenal pemanfaatan sawit untuk produk makanan dan energi yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

“Jadi penggunaan sawit ini tidak hanya untuk minyak goreng melainkan sangat dibutuhkan bagi kebutuhan bahan bakar kendaraan masyarakat melalui biodiesel sawit,” ujarnya.

Sementara itu, Artan Afrizal Zahran, Pramuka Kwarcab Nganjuk Kwarda Jawa Timur, mengakui pemanfaatan sawit sangat luar biasa perannya untuk menjadi produk bernilai tambah tinggi. Informasi inilah yang perlu disampaikan kepada generasi muda untuk mengimbangi informasi negatif yang menyudutkan kelapa sawit.

Kegiatan Jamnas XII 2026 secara resmi dibuka pada 14 Agustus 2026 oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement