Houthi memgambil alih ibu kota Yamanz Sanaa, pada 2014. Arab Saudi kemudian membantu pemerintahan Yaman yang diakui komunitas internasional untuk melawan kelompok pemberontak itu.
Houthi merupakan sekutu dekat Iran. Kelompok itu memberlakukan blokade maritim di Laut Merah setelah Teheran menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Konflik di Selat Hormuz dan Laut Merah mengguncang pasokan energi global, sehingga mendorong harga minyak lebih tinggi.
Di Yaman, pemerintah yang diakui secara internasional menuduh Houthi bekerja di bawah arahan Iran untuk membangun sistem pengenaan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Laut Merah lewat Selat Bab al-Mandeb. (Wahyu Dwi Anggoro)