"Izin ini akan membantu menstabilkan pasar minyak mentah fisik dan memastikan minyak mencapai negara-negara yang paling rentan terhadap krisis energi," ujarnya.
"Ini juga akan membantu mengalihkan pasokan yang ada ke negara-negara yang paling membutuhkan, sembari mengurangi kemampuan China untuk menimbun minyak dengan harga diskon," kata Bessent.
Penangguhan sanksi dimulai pada Maret dan kemudian diperpanjang pada April. Pasokan dari Teluk terganggu penutupan Selat Hormuz akibat perang antara AS dan Israel dengan Iran.
Sejak konflik dimulai, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima minyak dunia, mengalami kelumpuhan.
Krisis ini telah menyebabkan harga minyak dan produk turunannya naik tajam. (Wahyu Dwi Anggoro)