“Hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi kalau kita lihat negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat, dan seperti bisa gate away dari pengawasan PBB. Jadi PBB-nya lemah sekarang,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin.
Purbaya menilai dampak konflik Venezuela ke ekonomi Indonesia sangat terbatas. Sebab, dampak yang paling akan terasa adalah pergerakan harga minyak. Ada ketakutan suplai minyak berkurang karena Venezuela diserang AS.
Dia juga menilai, hanya sedikit negara yang memproduksi minyak beberapa tahun ke belakang. Akhirnya kekhawatiran suplai minyak berkurang tidak terjadi.
“Mungkin mereka pikir akan turun suplainya tapi Amerika sudah izinkan…Alaska jadi enggak ngaruh ke suplai. Ke depan kalau dijalankan peningkatan produksinya, akan bagus juga untuk harga minyak dan suplai minyak dunia,” ujar dia.
Sementara itu, dari pasar keuangan juga pasar saham justru merespons positif dengan adanya kenaikan. Artinya belum ada dampak besar yang akan terjadi dari konflik yang didalangi Trump.