Ia mengaku sempat ingin menyampaikan kepada publik bahwasanya kualitas udara di Jakarta sedang tidak sehat. Namun, niat tersebut diurungkan lantaran khawatir memicu perdebatan mengenai penyebab memburuknya kualitas udara di Jakarta.
"Sebenarnya dari 3 hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa? Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik," jelasnya.
Ia menegaskan, Jakarta saat ini juga memiliki ratusan alat pemantau emisi yang bisa juga digunakan untuk memantau kualitas udara.
"Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG aja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk," kata dia.
Sebelumnya, BMKG melaporkan bahwa Provinsi DKI Jakarta masuk dalam daftar wilayah yang terdeteksi terdapat asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal ini merupakan hasil pemantauan yang dilakukan menggunakan citra satelit BMKG pada hari ini, Jumat (16/10/2026).