Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, perubahan arah dan pergerakan angin yang mulai melemah pada ketinggian tersebut memengaruhi pergeseran sebaran asap dari wilayah Jawa.
Dia menegaskan, keberadaan asap yang terdeteksi satelit tidak selalu menunjukkan peningkatan konsentrasi polutan di permukaan sehingga masyarakat tidak perlu panik.
“Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing. BMKG terus memantau dinamika atmosfer dan menyampaikan informasi terkini sebagai dasar bagi masyarakat untuk mengambil langkah antisipatif,” kata Guswanto dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan pengukuran konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Kemayoran, Jakarta, konsentrasinya berkisar 46,7–109,7 µg/m³, yang berada pada rentang kategori sedang hingga tidak sehat.