Secara tahunan (year-on-year), inflasi akhir tahun 2025 tercatat sebesar 2,92 persen. Kenaikan harga pada komponen harga bergejolak (volatile food) menjadi motor utama inflasi nasional dengan andil sebesar 0,45 persen.
"Inflasi Desember 2025 yang sebesar 0,64 persen utamanya didorong oleh inflasi komponen bergejolak. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 2,74 persen dan komponen ini memberikan andil inflasi terbesar yaitu sebesar 0,45 persen," kata Pudji.
Selain komoditas pangan seperti cabai rawit dan daging ayam ras, komponen harga yang diatur pemerintah seperti bensin dan tarif angkutan udara juga turut berkontribusi terhadap inflasi akhir tahun, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di tengah kondisi cuaca yang menantang.
(kunthi fahmar sandy)