IDXChannel - Bank Indonesia (BI) optimistis inflasi tahun 2026 dan 2027 secara tahunan akan menurun sehingga tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen.
"Inflasi inti diprakirakan tetap rendah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas, serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers RDG Kamis (19/2/2026).
Sementara itu, inflasi VF diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
Adapun Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap terkendali. Inflasi IHK pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,92 persen (yoy).
Peningkatan tersebut disebabkan oleh faktor base effect kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50 persen yang ditempuh pada Januari dan Februari 2025.