Menurut Shadiq, kekuatan Bio Farma Group terletak pada kapabilitas antarentitas yang saling melengkapi, mulai dari produk biologi dan vaksin, produk farmasi dan layanan kesehatan, hingga distribusi dan berbagai sumber daya pendukung kesehatan.
“Dalam konteks kebencanaan, kapabilitas tersebut kami gerakkan secara terkoordinasi. Bukan sebagai respons yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kekuatan Bio Farma Group untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung penanganan dan pemulihan yang lebih terpadu,” katanya.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan daerah di Provinsi NTT, TNI Angkatan Udara, Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta jaringan Bio Farma Group di daerah.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan disalurkan berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan dan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara efektif.
(Dhera Arizona)