Program KB juga disebut berperan penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta stunting. Tanpa KB, jumlah kelahiran diproyeksikan jauh lebih tinggi. Kondisi ini kemudian berpotensi berpengaruh negatif pada berbagai indikator kesehatan. Termasuk kematian ibu, kematian bayi, dan stunting.
“Intinya bahwa program KB menjadi prasyarat kalau misalnya kita ingin menurunkan angka kematian ibu, kita ingin menurunkan angka kematian bayi, kita ingin menurunkan stunting, berarti program KB dulu harus berhasil,” jelasnya.
Karena itu, program KB dinilai tidak cukup hanya mengandalkan edukasi. Ketersediaan kontrasepsi dan akses terhadap pelayanan juga menjadi bagian penting agar masyarakat dapat menentukan pilihan KB sesuai kebutuhannya.
“Di Indonesia, programnya tidak ada yang sifatnya paksaan. Edukasi. Kalau dia milihnya yang apa, yang jangka pendek, ya apa boleh buat,” tuturnya.
Dengan bonus demografi dan target pembangunan Indonesia Emas 2045, program KB pun ditempatkan bukan sekadar sebagai upaya mengatur jumlah anak.