BMKG melaporkan sebaran terbanyak titik panas tercatat di Sumatera sebanyak 505 titik dan Kalimantan sebanyak 346 titik, disusul Papua dan Maluku sebanyak 330 titik. Sementara itu, Sulawesi terpantau memiliki 66 titik, Nusa Tenggara 38 titik, dan Jawa 12 titik.
Selain itu, BMKG juga melaporkan bahwa berdasarkan pengamatan citra satelit Himawari pada 15 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB juga memperlihatkan keberadaan asap yang menyebar di sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
“Sebaran titik panas dan asap tersebut menunjukkan bahwa potensi karhutla masih menjadi perhatian, khususnya pada wilayah yang mengalami defisit hujan dan memiliki kondisi vegetasi yang kering,” paparnya.
BMKG pun mengingatkan kondisi tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah dengan curah hujan rendah dan vegetasi yang mengering.
(Nur Ichsan Yuniarto)