sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BNPB Gencarkan OMC hingga Water Bombing untuk Padamkan Karhutla Way Kambas

News editor Binti Mufarida
25/10/2026 16:31 WIB
Kolaborasi, respons cepat, integrasi, dan sinkronisasi merupakan prinsip penting dalam penanggulangan bencana. 
BNPB Gencarkan OMC hingga Water Bombing untuk Padamkan Karhutla Way Kambas
BNPB Gencarkan OMC hingga Water Bombing untuk Padamkan Karhutla Way Kambas

Berdasarkan laporan tim pendampingan BNPB, kebakaran yang terjadi sejak 22 September 2026 tersebut menyisakan area terbakar yang belum padam seluas sekitar 40 hektare. Pada Jumat (23/10), tim gabungan berhasil melakukan pemadaman pada area seluas sekitar 10,2 hektare. Data tersebut merupakan estimasi berdasarkan pemantauan dan evaluasi di lapangan.

Operasi di lapangan melibatkan sekitar 350 personel gabungan yang terdiri atas unsur BPBD provinsi dan kabupaten/kota, pemadam kebakaran, TNI, Polri, tim satuan tugas darat TNWK, BNPB, BMKG, serta mitra terkait. Personel melakukan pemantauan, pemadaman pada titik api, dan pembukaan jalur menuju lokasi kebakaran untuk mempercepat akses petugas.

Pada operasi udara, helikopter water bombing digunakan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat. Untuk mendukung penanganan, operasi modifikasi cuaca (OMC) turut dilaksanakan pada Jumat (23/10) menggunakan pesawat Cessna Caravan. 

Dua sortie penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) masing-masing sebanyak 1.000 kilogram dilakukan di wilayah Taman Nasional Way Kambas dan Kabupaten Lampung Barat. Hasil pengamatan menunjukkan adanya hujan ringan di kedua wilayah tersebut.

Penanganan masih menghadapi tantangan berupa vegetasi yang rapat, jarak sumber air sekitar 1,5 kilometer dari titik api, serta keterbatasan peralatan dan logistik di sejumlah lokasi. 

"Kita lihat juga tadi sudah dicoba dengan cara menggunakan selang sepanjang 3 kilometer ini, ternyata hasilnya cukup efektif, nanti kita akan perbanyak lagi luasan operasi pemadamannya, sehingga diharapkan dapat memadamkan lebih banyak lagi dan hasilnya terukur," kata Kristomei.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement