sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BNPB: Karhutla Mulai Menurun, Tapi Bara Api di Bawah Tanah Belum Sepenuhnya Padam

News editor Binti Mufarida
02/11/2026 20:22 WIB
BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia mulai mengalami penurunan seiring turunnya hujan.
BNPB: Karhutla Mulai Menurun, Tapi Bara Api di Bawah Tanah Belum Sepenuhnya Padam. (Foto: iNews Media Group)
BNPB: Karhutla Mulai Menurun, Tapi Bara Api di Bawah Tanah Belum Sepenuhnya Padam. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia mulai mengalami penurunan seiring turunnya hujan. Meski demikian, potensi munculnya titik api baru perlu diwaspadai karena bara api di bawah permukaan tanah gambut belum sepenuhnya padam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan total luas lahan yang terdampak karhutla saat ini mencapai 742 hektare. Penurunan luas kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, terutama Kalimantan.

"Untuk Kalimantan maupun tempat lain, walaupun musim hujan, masih berpotensi terjadi titik-titik api baru mengingat api atau bara api yang ada di bawah permukaan masih belum 100 persen padam akibat hujan yang sudah terjadi akhir-akhir ini," kata Berton dalam Konferensi Pers secara daring di YouTube BNPB, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan data BNPB per 1 November 2026, Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni 351 hektare. Angka tersebut turun 42 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Selanjutnya, Papua Selatan mencatat luas karhutla 253 hektare atau turun 56 persen. Sulawesi Tenggara mencapai 95 hektare atau turun 63 persen, sedangkan Nusa Tenggara Timur tercatat 16 hektare atau turun 36 persen.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement