Aam mengatakan petugas di lapangan mengalami kesulitan dalam penanganan darurat karena beberapa akses jembatan terputus. Antara lain jembatan yang menghubungkan Desa Posiposi dan Desa Tate, dan jembatan Kali Baru Desa Doduwo.
Selain itu, longsoran di tepian jalan menuju Kecamatan Loloda Utara menutup badan jalan sehingga tidak dapat dilewati kendaraan roda empat. Sementara alternatif jalur laut masih terkendala cuaca buruk.
Petugas berupaya menembus akses yang terputus menuju desa-desa terdampak dengan menggunakan rakit, selain itu juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI Polri dan dinas sosial.
Merespons laporan kejadian bencana banjir dan longsor di beberapa daerah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat diminta menjauhi wilayah rawan dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi kondisi darurat, sementara pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak untuk langkah kesiapsiagaan menghadapi bencana,” imbau Aam.
(Nadya Kurnia)