“Di kampung memang ada motor, tapi kalau dipakai bareng-bareng biasanya rebutan. Jadi mau nggak mau bawa motor sendiri,” katanya.
Sudarmono mengakui perjalanan mudik dengan motor sambil membawa anak kecil terasa lebih melelahkan karena harus lebih sering berhenti untuk beristirahat. Hal tersebut dilakukan agar kondisi anak tetap nyaman selama perjalanan jauh.

Cerita Pemudik Pasang Tulisan di Motor, Minta Diklakson jika Mengantuk (Mei Sada/IMG)
Oleh karena itu juga, Sudarmono menuliskan sepenggal kalimat di barang bawaannya untuk dibaca pengendara lain. Ia meminta diingatkan dengan diklakson jika terlihat mengantuk.
“Sing pan nyapa klakson bae ping 2. Aku ora kagetan tapi ngantukan. Tangerang-Brebes, (yang mau menyapa klakson saja 2 kali. Aku gak mudah kaget tapi mudah ngantuk)," tulisnya.
Sudarmono dan keluarga berangkat dari Tangerang sekitar pukul 05.30 WIB dan telah menempuh perjalanan sekitar 10 jam hingga tiba di wilayah Cirebon. Perjalanan sejauh ini relatif lancar meski sempat menemui kepadatan lalu lintas di kawasan Kalimalang.