Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Erajaya mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam operasional bisnis. Melalui pendekatan circular economy, perusahaan berupaya memastikan setiap material yang dihasilkan dari aktivitas operasional dikelola secara bertanggung jawab.
Pengelolaan tersebut dilakukan dengan mengedepankan metode pengurangan, pemanfaatan kembali, dan pengolahan sesuai dengan karakteristik masing-masing material.
Selain membantu mengurangi dampak terhadap lingkungan, pendekatan circular economy juga menciptakan nilai sosial dan ekonomi melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah tersebut mencerminkan upaya Erajaya dalam memperkuat tata kelola pengelolaan material sekaligus mendukung terciptanya bisnis yang berkelanjutan.
Group Chief of HC, GA, Litigations & CSR Erajaya Group, Jimmy Peranginangin, mengatakan bahwa circular economy bagi Erajaya tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan limbah, tetapi juga bagaimana perusahaan memandang setiap material sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai.