Pada pos alat transportasi dan mesin, dia mencatatkan satu unit sepeda merek Polygon tahun 2017 senilai Rp800.000, harta bergerak lainnya sebesar Rp62.000.000, serta nihil untuk kepemilikan surat berharga.
Berdasarkan LHKPN periodik 2025, Luky Alfirman memiliki harta kekayaan bersih yang jauh lebih besar dibandingkan Nurkholisoh Ibnu Aman. Kekayaan bersih Luky yang mencapai Rp52,82 miliar tercatat sekitar 11,2 kali lipat dari total kekayaan bersih Nurkholisoh yang berada di angka Rp4,70 miliar.
Dari sisi profil kewajiban, Luky tercatat tidak memiliki utang sama sekali, sedangkan Nurkholisoh melaporkan kewajiban utang sebesar Rp1,69 miliar.
Struktur komposisi aset utama kedua pejabat ini juga menunjukkan perbedaan yang signifikan. Aset Luky didominasi oleh instrumen likuid berupa kas dan setara kas sebesar Rp23,09 miliar serta surat berharga senilai Rp15,03 miliar.
Sementara itu, porsi terbesar kekayaan Nurkholisoh tersimpan pada kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp3,42 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp2,91 miliar, tanpa mencatatkan kepemilikan surat berharga.