sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wamenkeu Juda: Aset Negara Tak Boleh Dibiarkan Pasif di Tengah Tekanan Ekonomi

Economics editor Anggie Ariesta
04/11/2026 21:00 WIB
Langkah ini krusial agar pengelolaan kekayaan negara mampu menciptakan nilai tambah secara riil bagi perekonomian nasional dan masyarakat.
Wamenkeu Juda: Aset Negara Tak Boleh Dibiarkan Pasif di Tengah Tekanan Ekonomi. Foto: iNews Media Group.
Wamenkeu Juda: Aset Negara Tak Boleh Dibiarkan Pasif di Tengah Tekanan Ekonomi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan pentingnya akselerasi transformasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dari pengelola administratif (asset administrator) menjadi perancang strategi aset (asset strategist). Langkah ini krusial agar pengelolaan kekayaan negara mampu menciptakan nilai tambah secara riil bagi perekonomian nasional dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wamenkeu saat membuka Forum Asset Strategist DJKN Tahun 2026 sekaligus meresmikan platform digital Executive Monitoring and Analytic System (EMAS) DJKN di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurut Juda, setelah dua dekade membangun sistem tata kelola kekayaan negara yang akuntabel dan kredibel, DJKN harus memasuki fase value creation. Menurutnya, di tengah keterbatasan ruang fiskal serta tingginya kebutuhan pembiayaan pembangunan, seluruh aset negara tidak boleh dibiarkan pasif.

“Aset negara tidak cukup hanya dicatat, diamankan, dan dipelihara, harus semakin produktif dan memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian dan masyarakat,” ujar Wamenkeu dalam keterangan resminya, Rabu (4/11/2026).

Untuk mendorong pemanfaatan aset yang lebih optimal, Wamenkeu menggarisbawahi tiga arahan strategis bagi jajaran DJKN. Pertama, memperkuat kapasitas organisasi dan keahlian untuk memberikan solusi taktis, bukan sekadar memproses urusan administratif aset dan piutang negara.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement