Saree mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan, menggunakan sejumlah rudal balistik, rudal jelajah, serta drone.
Menurut Saree, pihaknya juga membuat hampir sepuluh kapal untuk berbalik arah.
Kelompok Houthi, yang telah berperang melawan pemerintah Yaman dan koalisi pimpinan Arab Saudi selama lebih dari satu dekade, memberlakukan blokade maritim pada 20 Juli. Hal itu menyusul eskalasi ketegangan di Yaman, setelah pemerintah Yaman membom bandara Sanaa yang dikuasai Houthi untuk menghentikan pesawat Iran mendarat.
Houthi memiliki hubungan dekat dengan Iran, yang saat ini menghadapi agresi dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Konflik antara Iran dan AS memicu pertempuran di seantero Timur Tengah. (Wahyu Dwi Anggoro)