Pada April, kepala IMF, Bank Dunia, dan IEA mengumumkan bahwa mereka membentuk kelompok untuk mengoordinasikan respons lembaga-lembaga tersebut terhadap krisis, khususnya untuk ekonomi yang rentan.
Dalam pernyataan bersama akhir pekan lalu, mereka kembali menyoroti bahwa lonjakan harga energi dan pupuk akibat perang berdampak tidak proporsional pada negara-negara berpenghasilan rendah.
“Harga pupuk yang lebih tinggi menjadi perhatian khusus karena banyak negara memasuki musim tanam,” kata mereka. (Wahyu Dwi Anggoro)