Pembelian Minyak Rusia Semakin Turun
Salah satu pembeli reguler India merupakan perusahaan penyulingan swasta yang didukung Rusia, yaitu Nayara, yang sepenuhnya bergantung pada minyak Rusia untuk kilang berkapasitas 400.000 barel per hari.
Sumber mengatakan Nayara mungkin diizinkan untuk terus membeli minyak Rusia karena penjual minyak mentah lainnya menarik diri setelah Uni Eropa memberikan sanksi kepada perusahaan penyulingan tersebut pada Juli tahun lalu.
Namun, Nayara juga tidak berencana untuk mengimpor minyak mentah Rusia pada April karena penutupan pemeliharaan kilang selama sebulan, kata sumber yang mengetahui operasinya. Di sisi lain, Nayara tidak menanggapi email yang meminta komentar.
Perusahaan penyulingan India mungkin mengubah rencana mereka dan memesan minyak Rusia hanya jika disarankan oleh pemerintah, kata sumber.
Perintah Trump mengatakan pejabat AS akan memantau dan merekomendasikan pemberlakuan kembali tarif jika India melanjutkan pengadaan minyak dari Rusia.
Sumber-sumber mengatakan bulan lalu bahwa India sedang bersiap untuk memangkas impor minyak Rusia di bawah 1 juta barel per hari pada Maret, dengan volume akhirnya turun menjadi 500.000–600.000 barel per hari, dibandingkan dengan rata-rata 1,7 juta barel per hari tahun lalu. Impor minyak Rusia India mencapai lebih dari 2 juta barel per hari pada pertengahan 2025.
Penggunaan minyak Rusia oleh India, konsumen dan importir minyak terbesar ketiga di dunia, menurun ke level terendah dalam dua tahun pada Desember, menurut data dari sumber perdagangan dan industri.
Kilang minyak India telah membeli lebih banyak minyak dari negara-negara Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan seiring dengan pengurangan pembelian minyak Rusia.
(Febrina Ratna Iskana)