sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indonesia Larang Pemasukan Daging Babi dari Spanyol, Ada Apa?

News editor Shifa Nurhaliza Putri
06/01/2026 18:08 WIB
Pemerintah Indonesia melalui Barantin mengeluarkan aturan pelarangan, penolakan dan/atau pemusnahan terhadap daging babi dari Spanyol.
Indonesia Larang Pemasukan Daging Babi dari Spanyol, Ada Apa? (Foto: Ilustrasi)
Indonesia Larang Pemasukan Daging Babi dari Spanyol, Ada Apa? (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - Pemerintah Indonesia melalui Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengeluarkan aturan pelarangan, penolakan dan/atau pemusnahan terhadap daging babi dari Spanyol. Hal tersebut menyusul laporan resmi yang dikeluarkan oleh WOAH (World Organisation for Animal Health) mengenai kejadian wabah African Swine Fever (ASF) di Spanyol yaitu yang terjadi di Provinsi Barcelona.

“Berdasarkan informasi dari WOAH Event ID 7065 Follow up Report 6 tanggal 19 Desember 2025, kami menginstruksikan agar seluruh unit pelaksana teknis Barantin dan petugas karantina melakukan kewaspadaan dan pengetatan terhadap lalu lintas daging babi maupun produknya dari Spanyol,” ungkap Sriyanto, Deputi Bidang Karantina Hewan di Jakarta dalam keterangan tertulis Selasa, (6/1/2026).

Menurut Sriyanto, WOAH menyatakan recurrence of an eradicated disease, yang artinya menunjukkan munculnya kembali penyakit yang telah lama dinyatakan bebas, sejak terakhir terjadi pada tahun 1994, dan saat ini telah berstatus on-going outbreak. Sebagai bentuk kewaspadaan Indonesia, agar penyakit ASF dari Spanyol tidak terbawa masuk ke dalam wilayah Indonesia, Barantin menyatakan bahwa daging babi dari Spanyol tidak diperbolehkan untuk dilakukan pemasukan ke dalam wilayah NKRI sampai dengan situasi kesehatan hewan di Spanyol dinyatakan kembali pulih berdasarkan laporan resmi WOAH.
 
“Jika terjadi adanya pemasukan daging babi dari Spanyol, maka akan dilakukan tindakan karantina penolakan dan/ atau pemusnahan,” tegas Sriyanto.

Ia juga menyampaikan pada instansi terkait agar mendukung upaya tersebut, terutama dalam melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pada masyarakat di tempat pemasukan dan tempat pengeluaran, seperti bandara, pelabuhan, maupun pos lintas batas negara mengenai penyakit ASF dan bahayanya.

Demam babi Afrika adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus African swine fever (ASF) yang sangat menular pada babi domestik dan liar, yang tingkat kematiannya dapat mencapai 100%. ASF tidak membahayakan bagi kesehatan manusia, tetapi memiliki dampak yang menghancurkan pada populasi babi dan menimbulkan dampak kerugian ekonomi bagi peternakan. Virus ASF sangat tahan di lingkungan, dapat bertahan hidup pada pakaian, sepatu bot, roda, dan bahan lainnya. Virus ini juga dapat bertahan hidup di berbagai produk daging babi, seperti ham, sosis, atau bacon. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement