Arab Saudi merupakan produsen minyak terbesar di OPEC, disusul Irak di posisi kedua dan UEA di peringkat ketiga.
UEA menyatakan bahwa keputusan untuk keluar dari OPEC merupakan haknya sebagai negara yang berdaulat. Negeri Teluk itu ingin memiliki kebijakan minyak dan gas yang lebih fleksibel.
Kepergian UEA dari OPEC terjadi di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Konflik tersebut memicu guncangan besar di pasar energi dunia dan mengganggu perekonomian global. (Wahyu Dwi Anggoro)