IDXChannel - Iran mengirim tim teknis ke Qatar untuk menindaklanjuti pencairan dana milik negara itu. Aset tersebut selama ini dibekukan akibat sanksi Barat.
Dilansir dari Aljazeera pada Selasa (30/6/2026), Kementerian Luar Negeri Iran membantah tim tersebut akan menemui delegasi Amerika Serikat (AS).
"Fakta bahwa perwakilan Amerika melakukan perjalanan ke Qatar tidak ada hubungannya dengan perjalanan delegasi Iran,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan rencana pertemuan dengan Iran di Qatar untuk membahas pengelolaan Selat Hormuz. Kedua negara saling serang di jalur maritim penting itu dalam beberapa hari ke belakang.
Trump dikabarkan mengirim menantunya, Jared Kushner, dan utusan kepercayaannya, Steve Witkoff, ke ibu kota Qatar, Doha.
Iran menyatakan dananya yang dibekukan di Qatar mencapai USD12 miliar. Teheran berupaya untuk mencairkan setengahnya dalam waktu dekat.
Berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara, AS setuju mencabut sejumlah sanksi terhadap Iran, termasuk pembatasan perdagangan minyak dan pencairan aset yang dibekukan.
MoU tersebut juga mencakup penghentian pertempuran selama 60 hari dan pembukaan Selat Hormuz, namun kedua negara kembali bentrok di jalur maritim penting itu sepekan ke belakang. (Wahyu Dwi Anggoro)