sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Iran Usulkan Proposal Damai, AS Menolak dan Pilih Agresi

News editor Rahmat Fiansyah
26/09/2026 18:45 WIB
Iran mengusulkan proposal gencatan senjata untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang di Timur Tengah yang ditolak Amerika Serikat (AS).
Iran mengusulkan proposal gencatan senjata untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang yang ditolak Amerika Serikat (AS). (Foto: AP)
Iran mengusulkan proposal gencatan senjata untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang yang ditolak Amerika Serikat (AS). (Foto: AP)

IDXChannel - Iran mengusulkan proposal gencatan senjata untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang di Timur Tengah (Timteng). Namun, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan telah menolak tawaran tersebut dan membuka peluang untuk kembali menyerang Iran.

Proposal itu disampaikan Iran dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS. Rencana tersebut dikirimkan kepada pemerintah AS melalui mediator Qatar dan menawarkan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis itu serta penghentian permusuhan di kawasan dalam waktu tujuh hari.

Wall Street Journal (WSJ) pada Sabtu (26/9/2026) melaporkan bahwa Trump skeptis terhadap proposal tersebut. Mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, Trump bahkan disebut memprediksi kampanye serangan udara terhadap Iran dapat kembali dilakukan setelah pemilihan umum sela AS pada November mendatang.

Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan pembicaraan dengan Iran melalui para mediator berlangsung "positif dan konstruktif". Dalam proposalnya, Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan melanjutkan perundingan mengenai program nuklir dalam waktu tujuh hari, dengan syarat AS mencabut blokade laut terhadap pelabuhan Iran, memberikan pengecualian terhadap sanksi penjualan minyak Iran, serta menerapkan gencatan senjata yang mencakup Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menjelaskan proposal tersebut kepada wartawan pada Jumat (25/9/2026). Dia mengatakan Iran siap kembali melanjutkan perundingan dengan AS mengenai program nuklirnya. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement