"Jangka waktu tujuh hari akan dimulai segera setelah Amerika Serikat menerima rencana ini," ujarnya.
Araghchi mengatakan langkah awal dalam proposal tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 4-5 hari, sedangkan Selat Hormuz akan dibuka pada hari keenam. Pada hari ketujuh, perundingan dengan AS mengenai kesepakatan akhir terkait isu-isu yang disepakati bersama akan dimulai.
"Jika ada keseriusan dari pihak AS untuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz, semuanya sudah siap," kata Araghchi.
Iran juga telah melakukan pembicaraan dengan Arab Saudi terkait Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia dan telah terganggu akibat konflik yang berlangsung selama tujuh bulan, sehingga berdampak terhadap pasokan minyak dan perekonomian global.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan, Teheran siap berunding mengenai program nuklir dan isu lainnya, tetapi menolak tekanan.