IDXChannel - Israel melakukan serangan terhadap Iran setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan gencatan senjata untuk 10 hari ke depan. Serangan udara tersebut menyasar fasilitas pengolahan uranium hingga pabrik baja di kota Yazd, Iran bagian tengah.
Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (28/3/2026), Angkatan Udara Israel menyatakan pihaknya menyerang pabrik yang digunakan untuk mengekstrak bahan baku untuk pengayaan uranium. Badan Energi Atom Iran mengonfirmasi adanya serangan itu meski tak ada korban jiwa dan paparan radioaktif yang muncul.
Selain itu, Israel juga menyerang Kompleks Reaktor Air Berat Khondab dan dua pabrik baja yakni fasilitas Khuzestan dan Mobarakeh di Isfahan.
"Israel telah menyerang dua pabrik baja terbesar Iran, pembangkit listrik, dan situs nuklir sipil di antara infrastruktur lainnya. Iran akan menuntut ganti rugi yang besar atas serangan Israel," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghachi lewat unggahan di media sosial X.
Serangan juga terjadi di sekitar ibu kota Teheran, Kashan dan Ahwaz, sedangkan serangan di Qom menewaskan sedikitnya 18 orang. Lebih dari 1.900 orang di Iran tewas akibat serangan AS-Israel sejak perang dimulai 28 Februari.
Pejabat Iran menyebut, serangan AS-Israel telah merusak setidaknya 120 museum dan situs bersejarah di Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Kats menegaskan, Israel akan terus mengintensifkan serangan dan memperluas sasaran target. Dia juga menuduh Iran sengaja mengarahkan rudalnya ke warga sipil Israel.
Sementara itu, Komandan Dirgantara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Seyed Majid Moosavi memperingatkan bahwa konflik telah memasuki babak baru dengan menyatakan, "mata akan diganti dengan mata". Dia mendesak pekerja perusahaan terkait AS dan Israel di Timur Tengah segera meninggalkan tempat kerja mereka.
(Rahmat Fiansyah)