Azhar menegaskan, adopsi dan keberhasilan itu merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kemandirian layanan kardiovaskular di tengah krisis donor jantung.
"Kehadiran teknologi LVAD memberi harapan baru untuk memperpanjang usia sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien," ujar dia.
Azhar menekankan bahwa keberhasilan RSCM dalam mengadopsi teknologi ini tidak boleh hanya berhenti pada satu tindakan operasional saja. Pemerintah kini menargetkan agar model penanganan ini menjadi standar pelatihan bagi tenaga kesehatan di berbagai daerah.
"Ilmunya jangan berhenti di satu tim. Semakin banyak dokter yang menguasai teknologi ini, semakin banyak pula pasien yang bisa diselamatkan," tambah Azhar.
Sementara itu, Direktur Utama RSCM, Supriyanto Dharmoredjo, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa tenaga medis Indonesia mampu mengadopsi teknologi kesehatan berkelas dunia.