Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan, kondisi asap dapat mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara, sehingga berpotensi mengganggu jadwal penerbangan.
"Gangguan tersebut dapat berupa keterlambatan, penundaan, pembatalan, hingga pengalihan penerbangan ke bandar udara lain. Keputusan operasional tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara per 13 Oktober 2026, total terdapat 2.021 penerbangan berjadwal domestik yang terdampak karhutla sejak 11 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 919 penerbangan mengalami keterlambatan dan 1.067 penerbangan dibatalkan atau ditunda.
Selain itu, sebanyak 18 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain, enam penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan atau return to base (RTB), serta 11 penerbangan dimajukan jadwalnya.