Rangkaian acara tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif melalui pelibatan UMKM dan edukasi budaya yang nantinya akan berdampak kepada aspek keberlanjutan dalam penyelenggaraan festival kuliner dan seni yang digelar.
“Kedua, ada pasar Festival Pasar Kuliner Seni dan Kreatif untuk menunjukkan ada UMKM-nya bisa terlibat, yang jualan makanan bisa terlibat dan yang kita kedepankan juga sustainability karena ini adalah issues yang bukan hanya ngetren tapi memang kita sebagai fellow human being saja harus mengedepankan hal tersebut,” tutur Irene.
Irene mengungkap bahwa salah satu daya tarik utama adalah Parade Imlek Nusantara, yang bertujuan untuk memamerkan kekayaan tradisi Tionghoa dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.
Harapannya, cuplikan tradisi ini dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi daerah asalnya secara langsung.
“Contohnya nih, teman-teman bingung, Cap Go Meh saya mau ke mana ya? Ini diadakan tanggal 28. Kalau misalnya sudah dipilih nih, saya penginnya ke sini, buru-buru deh pesen tiket untuk yang 3 Maret 2026,” ungkap dia.