sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenkes Siapkan Tabung Oksigen dan Konsentrator untuk Puskesmas di Wilayah Karhutla

News editor Mei Sada
23/10/2026 10:46 WIB
Pemerintah menargetkan puskesmas di daerah dengan kualitas udara kategori merah dan hitam memiliki fasilitas bantuan oksigen. 
Kemenkes Siapkan Tabung Oksigen dan Konsentrator untuk Puskesmas di Wilayah Karhutla. (Foto: Istimewa)
Kemenkes Siapkan Tabung Oksigen dan Konsentrator untuk Puskesmas di Wilayah Karhutla. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Kementerian Kesehatan menyiapkan bantuan berupa tabung oksigen dan alat konsentrator oksigen untuk memperkuat penanganan gangguan pernapasan di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah menargetkan puskesmas di daerah dengan kualitas udara kategori merah dan hitam memiliki fasilitas bantuan oksigen. 

Langkah ini disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap. Hal itu disampaikan Budi dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan.

Menurut Budi, penanganan dampak kesehatan akibat polusi asap dilakukan melalui beberapa langkah. Masyarakat terlebih dahulu diminta mengurangi paparan dengan tetap berada di rumah dan menggunakan masker jika terpaksa keluar.

Namun, bagi masyarakat yang sudah mengalami gangguan kesehatan, pemerintah juga perlu memastikan fasilitas kesehatan memiliki dukungan yang memadai.

“Kalau dia kemudian sakit, dia bisa ke beberapa rumah oksigen yang sebenarnya di kabupaten-kota udah ada inisiatif,” ujar Budi (22/10/2026).

Ia menyebut sejumlah daerah telah memiliki inisiatif menyediakan rumah oksigen. Kemenkes kemudian berencana memperluas dukungan tersebut dengan menyediakan fasilitas oksigen di puskesmas yang berada di wilayah dengan kondisi polusi udara paling buruk.

“Dan kita rencananya mau kasih rumah oksigen per Puskesmas untuk daerah yang hitam,” katanya.

Budi menjelaskan, fasilitas yang disiapkan dapat berupa tabung oksigen maupun oksigen konsentrator. Kedua jenis peralatan tersebut akan didistribusikan untuk mendukung pelayanan kesehatan di daerah terdampak.

Ia mengatakan, sebagian bantuan telah dikirim, sedangkan kebutuhan yang masih belum terpenuhi akan dikirim secara bertahap.

“Target kita semua Puskesmas yang daerah hitam sama merah kita punya fasilitas itu. Jadi orang yang merasa enggak enak, bisa ke sana,” ujarnya.

Kemenkes juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk memetakan kebutuhan peralatan dan obat-obatan. Data tersebut digunakan untuk menentukan jenis serta jumlah bantuan yang perlu dikirimkan ke masing-masing wilayah.

Budi menyebut pengiriman bantuan tambahan direncanakan berlangsung dalam satu hingga dua pekan ke depan. Selain fasilitas oksigen, Kemenkes menyiapkan obat-obatan untuk mendukung penanganan pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

Budi mengatakan, kasus ISPA dan pneumonia dapat ditangani di puskesmas sesuai kondisi pasien dan penilaian tenaga medis. Karena itu, ketersediaan obat di fasilitas kesehatan tingkat pertama perlu dipastikan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.

“Obat-obatan ISPA itu ditangani di Puskesmas, harusnya selesai. Nah, itu yang sekarang sedang kita kirim obat-obatannya ke seluruh Puskesmas,” kata Budi.

Kemenkes juga memantau perkembangan kasus ISPA setiap hari melalui koordinasi dengan dinas kesehatan daerah. Pemantauan ini dilakukan bersamaan dengan pengawasan kualitas udara dan kebutuhan logistik kesehatan.

Dalam pemaparannya, Budi menyebut jumlah kasus ISPA yang sebelumnya berada di kisaran 10.000 hingga 15.000 per hari kini turun menjadi sekitar 3.000 kasus per hari.

Budi mengatakan, distribusi bantuan akan diprioritaskan ke daerah yang kualitas udaranya masuk kategori merah dan hitam. Berdasarkan pemantauan Kemenkes, jumlah kabupaten/kota dalam dua kategori tersebut turun dari 50 wilayah pada awal September menjadi 22 wilayah.

Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi udara di sejumlah daerah masih berbahaya sehingga kesiapan fasilitas kesehatan tetap dibutuhkan. Pemerintah berharap penyediaan tabung oksigen, konsentrator oksigen, masker, dan obat-obatan dapat membantu memperkuat pelayanan bagi masyarakat yang terdampak.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement