Kemenkes juga memantau perkembangan kasus ISPA setiap hari melalui koordinasi dengan dinas kesehatan daerah. Pemantauan ini dilakukan bersamaan dengan pengawasan kualitas udara dan kebutuhan logistik kesehatan.
Dalam pemaparannya, Budi menyebut jumlah kasus ISPA yang sebelumnya berada di kisaran 10.000 hingga 15.000 per hari kini turun menjadi sekitar 3.000 kasus per hari.
Budi mengatakan, distribusi bantuan akan diprioritaskan ke daerah yang kualitas udaranya masuk kategori merah dan hitam. Berdasarkan pemantauan Kemenkes, jumlah kabupaten/kota dalam dua kategori tersebut turun dari 50 wilayah pada awal September menjadi 22 wilayah.
Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi udara di sejumlah daerah masih berbahaya sehingga kesiapan fasilitas kesehatan tetap dibutuhkan. Pemerintah berharap penyediaan tabung oksigen, konsentrator oksigen, masker, dan obat-obatan dapat membantu memperkuat pelayanan bagi masyarakat yang terdampak.
(Nadya Kurnia)