Menurut Charles, pemerintah perlu segera menyediakan fasilitas tersebut karena paparan asap karhutla telah menimbulkan krisis kesehatan masyarakat.
"Ini bukan lagi sekadar bencana karhutla. Ini sudah menjadi krisis kesehatan masyarakat. Bahkan rumah sendiri pun belum tentu bisa melindungi masyarakat dari paparan asap," ujarnya.
Dia juga mengklaim, masyarakat tetap berisiko terpapar asap meskipun berada di dalam rumah. Sebab, partikel PM2.5 dari asap kebakaran dapat masuk melalui celah pintu, jendela, dan ventilasi.
“Fasilitas ini bisa difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara terutama keluarga dengan balita, ibu hamil, lansia, dan masyarakat dengan penyakit pernapasan,” katanya.