sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Korsel Tegaskan Tak Akan Kirim Pasukan untuk Bantu AS Perang Lawan Iran

News editor Wahyu Dwi Anggoro
18/09/2026 13:19 WIB
Permintaan Amerika Serikat (AS) telah memicu perdebatan di Korsel.
Korsel Tegaskan Tak Akan Kirim Pasukan untuk Bantu AS Perang Lawan Iran. (Foto: Magnific)
Korsel Tegaskan Tak Akan Kirim Pasukan untuk Bantu AS Perang Lawan Iran. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung mengatakan bahwa negaranya tidak akan mengirim pasukan atau aset militer yang dapat menyeret Negeri Ginseng itu ke dalam perang di Selat Hormuz.

Presiden Lee Jae Myung mengumumkan pada hari Jumat bahwa segala bentuk pengerahan pasukan untuk berpartisipasi atau campur tangan dalam perang tidak akan dilakukan ke Selat Hormuz.

“Tidak akan ada pengerahan pasukan atau aset militer yang melibatkan kita atau menyeret kita ke dalam perang,” kata Lee dalam konferensi pers di wisma tamu Istana Biru. 

“Kami telah menjunjung tinggi prinsip itu sejauh ini, dan akan tetap tidak berubah," katanya, dilansir dari Korea JoongAng Daily pada Jumat (18/9/2026).

Laporan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan pengerahan pasukan ke Selat Hormuz atas permintaan Amerika Serikat (AS) telah memicu perdebatan di Korsel.

Beberapa pihak berpendapat bahwa pengerahan mungkin tidak dapat dihindari mengingat kepentingan nasional Korsel, terutama mengingat pentingnya menjaga hubungan positif dengan AS.

Namun, pihak lain memperingatkan bahwa pengerahan tersebut dapat dilihat sebagai Korsel yang secara efektif bergabung dalam perang melawan Iran.

Menurut Lee, meskipun Korsel perlu mengirim pasukan ke Selat Hormuz, jumlahnya akan kecil dan tujuannya bukan untuk terlibat dalam perang.

"Seperti negara-negara lain, kita setidaknya perlu mengambil langkah-langkah minimum untuk melindungi kapal dagang kita, jalur pengiriman minyak, dan nyawa serta keselamatan warga negara kita," kata Lee. 

"Unit Angkatan Laut sudah dikerahkan untuk menjaga dan menanggapi ancaman terhadap jalur pelayaran dan keselamatan warga negara kita," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement