Budi menegaskan fasilitas kesehatan harus terus siaga dalam melayani warga yang mengalami penurunan saturasi pernapasan. Ia tak ingin fasilitas penunjang medis hanya sekadar formalitas tanpa fungsi nyata.
"Saya ingin memastikan bahwa semua rumah oksigennya ada. Itu bukan hanya dipajang aja ya, tapi benar-benar bisa melayani masyarakat," tegasnya.
Untuk meredam partikel berbahaya PM 2,5 terhirup masyarakat, Kementerian Kesehatan terus memasok bantuan alat pelindung diri. Jutaan masker telah digelontorkan secara bertahap ke Kalimantan Tengah.
"Secara preventif, butuh masker. Kita udah kirim masker kan sekitar 1,3 juta. Kemarin kita kirim lagi sekitar 650.000, nanti kita akan kirim lagi 1 juta lagi dalam minggu ini karena penting supaya masyarakat itu bisa melindungi dirinya dari polusi partikel yang PM 2,5," pungkasnya.
(Nadya Kurnia)