Data dari Lloyd's List Intelligence menunjukkan 69 kapal berlayar keluar dari Teluk pada minggu yang berakhir 21 Juni, naik dari hanya 24 kapal seminggu sebelumnya dan menandai volume pengiriman mingguan tertinggi sejak konflik AS-Iran meletus pada Februari.
Konflik tersebut telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian ekonomi, serta tekanan terhadap awak yang kapalnya terjebak.
Menurut Organisasi Maritim Internasional (IMO), konflik tersebut telah menyebabkan 14 kematian pelaut dan serangan rudal terhadap lebih dari 40 kapal, yang sebagian besar adalah kapal tanker minyak. (Wahyu Dwi Anggoro)