Lebih lanjut, Macron juga menyebut Prancis dan Indonesia memiliki persamaan karena sama-sama kehilangan prajurit selama menjalankan tugas di bawah UNIFIL.
“Kami memiliki persaudaraan senjata dan darah karena telah kehilangan prajurit kami dalam beberapa minggu terakhir di dalam UNIFIL," katanya
Tidak hanya itu, Macron juga menyoroti situasi di Lebanon dimana lebih dari 3.000 orang tewas dan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi akibat serangan yang terus berlangsung.
“Di sini saya ingin mengapresiasi komitmen Anda, Bapak Presiden, serta komitmen angkatan bersenjata Anda, dan tekad bersama kita untuk terus berupaya demi perdamaian dan kedaulatan Lebanon," kata Macron.
“Di saat serangan-serangan terus berlanjut, di mana terdapat lebih dari 3.000 korban tewas, terutama di selatan Lebanon, serta lebih dari satu juta pengungsi, situasi ini tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat diterima,” lanjut Macron.
(Nur Ichsan Yuniarto)