sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf dan Janji Sanksi SPPG Nakal

News editor Binti Mufarida
03/02/2026 01:01 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan permohonan maaf menyusul maraknya insiden keracunan massal yang dialami oleh sejumlah penerima manfaat program MBG.
Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf dan Janji Sanksi SPPG Nakal. (Foto Binti M/IMG)
Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf dan Janji Sanksi SPPG Nakal. (Foto Binti M/IMG)

IDXChannel - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan permohonan maaf menyusul maraknya insiden keracunan massal yang dialami oleh sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah.

Pernyataan tersebut disampaikan Dadan usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

“Pertama, saya sebagai Kepala BGN minta maaf kepada penerima manfaat dari Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami kejadian yang tidak mengenakan, dan kami sudah melakukan investigasi serta analisis untuk beberapa SPPG yang mengalami kejadian tersebut,” kata Dadan.

Sebagai langkah tegas dalam mengevaluasi program unggulan ini, BGN akan memberikan sanksi berupa kartu kuning kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyalahi prosedur operasional, terutama yang berdampak fatal pada kesehatan penerima manfaat.

“Saya melihat ada SPPG yang akan kita berikan lampu kuning atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat,” kata Dadan.

Dadan menegaskan, SPPG yang kedapatan melakukan pelanggaran prosedur berat tidak akan segan-segan diberhentikan operasionalnya untuk sementara waktu. “Kemudian kita akan evaluasi dan mungkin akan disetop untuk sementara bagi SPPG yang mendapatkan kartu kuning dari kami,” ujar dia.

Tak hanya memberikan sanksi kepada penyedia, Dadan memastikan pihaknya juga melakukan perombakan dari sisi teknis sajian. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, BGN kini tengah mengevaluasi daftar menu yang disajikan kepada penerima manfaat.

“Kami juga mengevaluasi dari kejadian-kejadian yang ada, mulai mengevaluasi menu yang harus diberikan, jadi beberapa menu mungkin harus kita hindarkan supaya kejadian tidak terulang kembali,” katanya.

Untuk memastikan standar keamanan pangan terjaga secara nasional, Dadan berencana segera menerbitkan surat edaran resmi. Langkah ini diharapkan menjadi panduan baku bagi seluruh pelaksana program di daerah agar kejadian keracunan massal tidak lagi membayangi program MBG ke depannya.

“Saya kira kami akan membuat edaran supaya program makan gizi bisa berjalan lebih aman,” ujarnya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement